👼 PELAYANAN YANG SERU 👼
1. See👀
Pada bulan September, sekolah SMP Santa Maria mengadakan kegiatan SMW atau Saint Mary Way. Intinya sih kita, anak-anak kelas 9, diajak buat ikut kunjungan ke gereja dan ada yang ke panti. Waktu diumumin, aku dapet jadwal buat pergi ke Gereja GPIB Maranatha. Jujur aja, awalnya aku nggak terlalu kebayang bakal ngapain aja di sana, tapi lumayan penasaran juga karena katanya bakal ikut pelayanan bareng adik-adik PA, itu membuat aku sedikit takut dan tegang tetapi ada rasa senang juga karna ini pelayanan pertama saya mendampingi adik-adik. Sebelum hari pelaksanaan, aku dan kelompokku juga harus membuat proposal terlebih dahulu. Kami menyusunnya dengan rapi berisi rencana kegiatan, pembagian tugas, dan tujuan pelayanan. Setelah proposal diserahkan ke pihak Gereja GPIB dan dinyatakan disetujui, barulah kami mempersiapkan diri untuk pelayanan di hari Minggu. Rasanya seperti mau menjalankan sebuah misi penting. Ada deg-degan, ada semangat, dan ada harapan supaya semuanya berjalan lancar.
Momen yang paling membekas buat aku adalah ketika mengarahkan adik-adik PA. Saat itu suasananya benar-benar ramai. Banyak adik-adik yang lari-larian, ada yang ngobrol terus sama temannya, ada yang susah fokus, dan ada juga yang iseng sendiri. Suaranya sampai seperti berada di pasar malam, ramai, heboh, dan penuh energi. Aku juga mendengar kakak pendamping lain yang berusaha menenangkan adik-adik itu. Dari situ aku sadar, ternyata membimbing anak kecil bukan hal yang mudah. Mereka butuh perhatian ekstra, butuh pendekatan yang lembut, dan butuh pengertian. Tapi meskipun begitu, aku justru merasa senang sekali karena bisa mendampingi mereka sekaligus melayani Tuhan lewat hal kecil seperti ini.
Walaupun capek dan kuping rasanya penuh dengan suara ribut, aku tetap merasakan sukacita. Ada rasa hangat waktu melihat beberapa adik-adik mulai mengikuti arahan dan mau mendengarkan. Saat itu aku seperti diajarin untuk lebih sabar dan rendah hati. Aku ingat nilai-nilai yang diajarkan tentang Bunda Maria—bagaimana beliau selalu patuh pada kehendak Tuhan meskipun situasinya tidak mudah. Nilai itu terasa sangat nyata di momen ini. Aku belajar untuk tidak marah-marah, tidak mengeluh, dan tetap melayani dengan hati yang ikhlas.
2. Judge
Selain kerendahan hati dan kesetiaan, aku juga merasakan nilai kepedulian. Selama pelayanan, aku belajar untuk peka terhadap kebutuhan adik-adik. Walaupun mereka kecil, mereka tetap membutuhkan perhatian, kasih sayang, dan contoh yang baik. Dari mereka, aku jadi sadar bahwa terkadang pelayanan itu bukan cuma soal mengajarkan sesuatu, tapi juga hadir sebagai sosok yang mau mendengarkan dan menemani.
Dari kegiatan SMW ini aku belajar satu hal penting: kita harus sabar terhadap orang lain dan juga terhadap diri sendiri. Aku baru menyadari kalau ternyata aku suka sekali dengan anak kecil. Aku merasa nyaman berada di dekat mereka, bahkan ketika mereka ribut sekalipun. Dari situ aku belajar bahwa menjadi kakak pendamping itu tidak cukup hanya hadir, tapi juga harus punya kesabaran, kepekaan, dan ketelatenan. Satu hal yang ingin aku teruskan setelah kegiatan ini adalah berusaha menjadi pribadi yang lebih sabar. Aku ingin lebih peka terhadap orang-orang di sekitarku, dimulai dari hal-hal kecil seperti menyapa orang lain, membantu adik di rumah mengerjakan PR, atau sekadar membereskan ruangan tanpa disuruh. Aku ingin pelayanan ini tidak berhenti hanya saat SMW saja, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari. 1 Timotius 4:12 "Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu."
3. Act
Ohh iya, di gereja juga saya membantu kaka-kaka membereskan inventaris gereja. Mulai dari mnyusun kursi, membersihkan alat ibadah, ngecek barang barang. Pas ngerjain itu semua aku sangat cape sekali, aku juga sadar kalau gereja yang rapih itu bisa membuat nyaman. Dari situ aku langsung peka terhadap hal-hal kecil yang mungkin selama ini aku belum pernah lakuin Waktu itu juga aku sempet mikir, ternyata pelayanan itu tidak harus yang besar-besar dan dilihat banyak orang tapi pelayanan juga bisa dilakukan dengan hal-hal yang kecil, seperti membereskan kursi, nyapu, membersihkan alat ibadah, dll. Hal itu ngajarin aku buat lebih disiplin dan tanggung jawab.
Kesimpulannya, apapun masalah yang kita hadapi jika kita membawa tuhan pasti ada jalan keluarnya, kita juga harus sabar banget sama anak kecil, waktu mendampingi adik-adik PA, aku bener-bener lihat kalau ada banyak banget anak yang susah diatur. Tapi justru dari situ aku makin belajar gimana caranya nguatin hati dan tetap sabar. Pengalaman SMW ini akhirnya jadi sesuatu yang berharga banget buat aku. Bukan cuma buat laporan atau nilai sekolah, tapi buat diri aku sendiri. Rasanya kayak aku dapet pelajaran baru tentang arti pelayanan, arti kerja sama, arti sabar, dan arti peduli. Mungkin hal-hal yang aku lakukan keliatannya kecil, tapi dampaknya buat hidupku jauh lebih besar dari yang aku bayangin. Apakah kalian pernah melayani? jika pernah ceritakan di kolom komentar dibawah ini yaa!!




Komentar
Posting Komentar